Showing posts with label syukur. Show all posts
Showing posts with label syukur. Show all posts

Tuesday, November 09, 2010

terima kasih


Hanya sebuah kata-kata yang dianggap sepele yang kadang lupa diucapkan saat kita mendapat kenikmatan, jasa atau kebaikan dari seseorang.
"kenapa anda tidak mengucapkan terima kasih setelah membayar parkir?".
"lho... kok saya yang harus berterima kasih? tukang parkir itu dong harusnya yang terima kasih ke saya... dia kan saya bayar untuk itu"

padahal terima kasih dapat diucapkan dengan 800 bahasa bahkan lebih. semua bahasa memiliki kosa-kata yang artinya "terima kasih", dapat dilihat di sini

terkadang kita terlalu pelit mengucapkan terima kasih.
pernahkah anda rasakan, apa yang terjadi dalam hati anda, saat orang lain mengucapkan terima kasih atas perbuatan anda?

silahkan dikomentari...

Friday, October 22, 2010

bungaku



bungaku, mekarmu menyejukkan jiwaku
merah-mu, biru-mu, putih-mu bahkan hitam-mu

menghibur saat galau hinggap di pikiranku
menyemangati saat malas menerpaku
memberi keyakinan saat ragu berkecamuk di hatiku

gemulaimu mampu bertahan di tengah tandusnya gurun
lembutmu mampu bartahan dalam terjangan hujan badai
kasihmu menghasilkan madu
kelemahanmu adalah kekuatanmu

saat dekat denganku, tak bosan aku memandangmu
saat jauh dariku, selalu aku merindukanmu

bungaku, mekarmu akan kujaga sampai senja menjelang


dedicated to my wife

Tuesday, October 19, 2010

Catatan kecil di 2008…

Seorang teman Pakistan bekerja di Indonesia…
Empat pekan pertama dia tidak berani ke luar dari apartemen-nya karena takut dan belum kenal negeri ini.
Akhir pekan ke-lima, dia sudah mulai berani belanja di salah satu swalayan besar dekat apartemennya. Itupun setelah dia memberanikan diri, tanya sana-sini, browsing sana-sini buka website tentang negeri ini… dll
Akhir pekan ke-enam….
Dia sudah berani jalan-jalan di pasar tradisional… beli buah-buahan, beli sayuran dll… tentu dengan bahasa isyarat. Hehehe... bayar pakai uang pecahan 50.000,- trus tunggu kembalian dari si penjual.

Akhir pekan ke-tujuh dan seterusnya….

Belanja di pasar tradisional paka acara nawar…

Berikut komentarnya:
“Indonesia aadalah negara yang sangat indah, subur dan kaya. Banyak hasil bumi berupa buah-buahan. Ada rambután, pepaya, semangka dan banyak sekali daun-daunan segar di pasar yang dimakan sebagai salad (lalapan) yang bahkan belum pernah saya lihat sebelumnya”. Semangat sekali kawan kita ini bercerita.


“Sayangnya saya juga melihat banyak sekali buah-buahan import di supermarket, dan sepertinya, buah-buahan lokal kurang dapat bersaing di sana, padahal buah lokal tidak kalah rasanya dengan buah-buahan import, ya kan?”. Seolah mencari pembenaran dia melanjutkan .

“Tetapi…. Seperti semua negara berkembang di asia… negara kamu dan negara saya sangat kental dengan kasus korupsi. Hampir di semua sektor, bayangkan jika pemerintah kamu membina para petani sehingga buah-buahan tropis dari Indonesia bisa diekspor… niscaya Indonesia ini akan lebih maju”

Saya hanya tersenyum mendengar komentarnya. Memang itulah kenyataannya.

“Tetapi….” Dia menambahkan.”di negara saya, isu kemanan juga menjadi hal yang paling utama, orang-orang tidak bisa berjalan-jalan secara bebas di jalanan seperti di sini. Di negara saya, beberapa tempat memberlakukan jam malam. Kamu tahu kan kalau Pakistan itu berbatasan dengan Afghanistan?” aku menggangguk mengiyakan.”Di Indonesia ini semua tempat terasa aman”. Lanjutnya

“Kamu harus bersyukur bisa tinggal di negeri yang indah dan aman ini” pungkasnya.

Kalau dipikir-pikir…. Betul juga dia. Teringat lagu KOESPLUS “….orang bilang tanah kita tanah surga, tonggak kayu dan batu jadi tanaman…….. bukan lautan hanya kolam susu…”

Terima kasih ya Allah, alhamdulillah… engaku takdirkan aku untuk hidup di negeri ini. Negeri yang subur makmur aman tenteram…

Friday, October 15, 2010

Sulitnya menentukan pilihan...

Teringat kembali tulisan mengenai keinginan memiliki aston martin.
Semakin hari semakin terasa tipis saja batas antara keinginan dan kebutuhan.

Huh….

Semakin sulit saja menentukan pilihan. Kenapa?
Mungkin karena terlalu banyaknya pilihan.

Ada windows ada apple ada linux
Ada symbian ada blackberry ada andriod ada apple ada windows mobile
Ada angkot ada ojek ada taksi ada bis ada kereta
Ada telkomsel ada indosat ada XL ada axis ada 3 ada flexi ada smart ada esia ada fren

Atau… Mungkin karena terlalu banyak godaan?

Entahlah…

Apapun alasan-nya, pada dasarnya manusia memiliki naluri untuk selalu serakah, kemaruk, tamak.
Sudah punya satu, pengen punya dua. Sudah punya barang type canggih, pengen punya yang lebih canggih…

Saat pikiran dikendalikan hawa nafsu, saat itu pula batas antara keinginan dan kebutuhan semakin semu dan samar.

Mari kita sama-sama berdoa :


“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)
Amin..

Tuesday, October 20, 2009

Mengapa tidak bersyukur?

Seorang kaya raya, naik mobil mewah berkata “syukur alhamdulillah…aku lebih beruntung dibanding pria yang berada dalam mobil butut itu. Mobilku sangat nyaman dan aman.”

Pria dalam mobil butut berkata “syukur alhamdulillah…aku lebih beruntung dibanding pria yang naik sepeda motor itu, biar mobil butut begini, kalau kehujanan aku tidak basah.”

Pria di atas sepeda motor berkata “syukur alhamdulillah…aku lebih beruntung dibanding pejalan kaki itu, kemana-mana aku bisa naek motor, lha pejalan kaki itu? Pasti cape deh…”

Pejalan kaki berkata “syukur alhamdulillah…aku masih bisa jalan kaki hari ini. Tuh tetangga kena stroke, terus lumpuh, sudah tidak bisa jalan kaki lagi dia sekarang.”

Penderita stroke berkata “syukur alhamdulillah…hari ini aku terbaring sakit Insya Allah bisa sembuh, kemarin lusa di bangsal sebelah ada pasien baru wafat.”

Pasien yang baru meninggal berkata dalam hati “syukur alhamdulillah…aku meninggal dalam keadaan beriman, banyak saudara menjenguk, banyak yang mendo’akan... Insya Allah Tuhan Maha Pengampun… tuh lihat para koruptor, terkadang mereka mati dalam keadaan belum taubat.”

Kenapa manusia jarang mengucap syukur? Karena kebanyakan manusia selalu melihat ke atas, dalam hal apapun…
Padahal, di bawah lebih banyak yang lebih menderita dan lebih sengsara, mungkin dalam level kesengsaraan yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.

Saat mendapat musibah atau masalah, rasanya kita menjadi orang yang paling menderita…
Jika hari ini anda dapat membaca tulisan ini… bisakah saudara kita yang tuna netra melakukannya?

Sukses atau gagal, kaya atau miskin, susah atau senang… semua kembali kepada individu yang menilai, tergantung sudut pandang masing-masing. Terserah, dari sudut pandang mana anda menilai kejadian kemarin dan hari ini... toh anda sendiri yang merasakan. Karena orang lain belum tentu peduli perasaan anda.
Tetapi kalau selalu bersyukur… insya Allah Tuhan akan menambahkan nikmat-Nya.

Saturday, October 07, 2006

KREATIVITAS



Ada kalanya, kreativitas (creativity) muncul saat keadaan terdesak.

Aku pernah bikin speaker dengan kotak terbuat kardus, karena pengen banget dengerin suara komputer, sebab saat itu untuk beli speaker multimedia seharga 15 rebu aja gak punya duitnya. maka mucullah ide untuk buat speaker dengan kotak kardus bekas. hehehe...

Kondisi ekonomi yang sulit, keterpaksaan, ketidak-mampuan atau bahkan segala sesuatu yang menurut kita adalah suatu hal yang membuat kita sulit, malah biasanya akan memicu sel-sel otak kita untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, lebih brilian, bahkan lebih jenius untuk memecahkan segala masalah yang muncul di hadapan.

Coba deh lihat sekeliling kita...
Anak-anak orang kaya, pengen mobil-mobilan, paling mereka langsung beli HOT WHEELS atau TAMIYA atau beli yang lain.

Anak-anak orang sederhana, pengen mobil-mobilan, mereka bikin sendiri dari kulit jeruk bali atau dari bambu dengan roda sendal jepit bekas atau bahkan bekas kaleng susu kental manis.

Coba pikirkan, sebetulnya mana yang lebih cerdas dan kreatif di antara anak-anak itu?
Pasti yang bikin mobil-mobilan sendiri.

Tetapi anak-anak yang membikin mobil-mobilan sendiri, dalam pikirannya pasti pengen beli mobil mainan yang dibeli anak orang kaya itu. Iya khan?

Kenapa ya? Padahal sebetulnya mereka lebih cerdas dan kreatif, karena mereka hanya melihat unsur kemudahan untuk mendapatkan sesuatu saja. Tanpa melihat nilai-nilai perjuangan untuk mendapatkan sesuatu tersebut.

Betul...
Hidup memang banyak pilihan, mau belok kiri, belok kanan, lurus, maju, mundur, diam di tempat atau apapun, itu adalah pilihan. Tinggal kita berpikir secara matang, mau pilih yang mana? Yang penting hidup memang untuk dinikmati dan cara menikmatinya pun tergantung individu masing-masing.

Setuju? Please Comment!

PS: thanks temans yang udah kasih comment. keep comment yah!

Tuesday, September 19, 2006

HIDUP HANYA SEKALI

Salam,
Seorang Nicky Hayden harus berjuang untuk dapat menikmati hidup dengan bertaruh nyawa.
Seekor nyamuk harus berjuang untuk dapat makan dengan beberapa langkah yang sulit.
1. berjuang masuk ke dalam rumah lewat jalan yang sempit
2. berjuang untuk menghindar dari obat anti nyamuk
3. berjuang untuk menghindar dari tepukan manusia yang dapat mematikan
4. berjuang untuk dapat menggigit kulit manusia
5. berjuang untuk dapat menghindar dari tepukan manusia setelah perutnya terisi darah, padahal untuk terbang dengan perut penuh sangatlah sulit.
Apakah kita sedahsyat itu berjuang untuk hidup?
Renungkan!
Hidup hanya sekali, sayang kalu disia-siakan.
Wassalam

Monday, September 18, 2006

Bersyukur adalah ni'mat


Jangan pernah mengeluh!
Baca saja Al-Quran surah Alam-Nasyrah,
bahwa sesungguhnya setelah kesulitan akan datang kemudahan!

Bayangkan saudara-saudara kita yang lebih menderita dari kita,
jangankan untuk bisa akses ke komputer atau web,
buat makan saja susah.

Alhamdulillah hari ini kika masih bisa makan, berpakaian yang layak, bisa naik kendaraan umum, naik sepeda motor, naik mobil pribadi, dll. Padahal sebagian besar saudara-saudara kita masih ditimpa berbagai macam kesulitan yang menghimpit.

Atau,
sudahkan kita berbakti pada kedua orang tua kita?
Renungkan kehidupan mereka!
Apakah kedua orang tua kita sekarang hidup dalam kesenangan?
Kewajiban siapakah untuk menentramkan hati mereka?

Pesan ini saya buat untuk mengingatkan diri saya pribadi.

Terima kasih telah berkunjung

Enjoy the Life